
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan modal awal Rp101 triliun atau US$6 miliar untuk membentuk BUMN baru khusus industri tekstil, inisiatif Presiden Prabowo demi selamatkan sektor padat karya yang tertekan kompetisi global. Pengumuman Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 14 Januari 2026 ini targetkan ekspor tekstil naik dari US$4 miliar jadi US$40 miliar dalam 10 tahun, plus serap 2 juta tenaga kerja tambahan.
Strategi Pendanaan
Danantara kelola dana untuk modernisasi teknologi hulu-menengah seperti benang, kain, pewarnaan, dan finishing, lengkap dengan pasar ekspor via EU-CEPA. BUMN ini hidupkan kembali era tekstil merah putih ala 1970-an, atasi defisit rantai pasok.
Dampak Ekonomi
Langkah ini lindungi 4 juta pekerja existing dari PHK massal akibat tarif impor, dorong hilirisasi dan kemandirian industri.