
Warren Buffett membandingkan risiko kecerdasan buatan (AI) dengan ancaman senjata nuklir karena keduanya bersifat tak terkendali dan berpotensi destruktif setelah “jinnya keluar dari botol”.
Dalam wawancara CNBC Januari 2026, Buffett sebut AI ciptakan deepfake realistis yang sulit dibedakan asli-palsu, picu penipuan massal; bahkan video dirinya bisa tipu keluarga untuk transfer uang.
Seperti bom atom yang irreversibel pasca-perang dunia, AI tak bisa dikembalikan; penciptanya sendiri tak tahu arahnya, mirip proliferasi nuklir yang buat Buffett rela bayar mahal untuk hilangkan.
Buffett akui AI punya manfaat besar tapi bahaya lebih dominan, terutama di keuangan; saran investor waspadai dampak tak terduga.