
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) menyatakan bahwa hingga Februari 2026, belum ada kasus virus Nipah yang masuk atau terdeteksi di Indonesia meskipun ada wabah di India.
Virus Nipah muncul lagi di West Bengal, India, dengan 2 kasus konfirmasi pada tenaga kesehatan per 26 Januari 2026, tanpa korban jiwa; lebih dari 120 kontak dirawat. Tingkat kematian global mencapai 40-75%, ditularkan via kelelawar buah atau babi, gejala awal seperti flu hingga ensefalitis.
Kemenkes perkuat surveilans di bandara/pelabuhan, skrining pelancong dari zona endemik, edukasi fasilitas kesehatan; bukti serologis kelelawar ada tapi belum infeksi manusia. Surat Edaran Kewaspadaan Nipah 2026 diterbitkan 1 Februari.