
Presiden AS Donald Trump mengundang Presiden Kolombia Gustavo Petro ke Gedung Putih pada 8 Januari 2026, hanya beberapa hari setelah mengancamnya bernasib seperti Nicolás Maduro.
Latar Belakang Ketegangan
Setelah Trump sebut operasi militer ke Kolombia “kedengarannya bagus” karena tuduhan narkoba, Petro ancam angkat senjata dan siagakan pasukan. Panggilan telepon pertama keduanya (7 Januari) ubah situasi jadi dialog akrab soal narkoba dan isu bilateral.
Isi Undangan
Trump tulis di Truth Social: “Kehormatan berbicara dengan Petro yang jelaskan situasi narkoba. Saya hargai nadanya dan tunggu bertemu di Gedung Putih.” Petro konfirmasi rencana kunjungan meski belum ada tanggal pasti.
Dampak Diplomatik
Langkah de-eskalasi ini redakan ketakutan perang Amerika Latin, dengan Wakil Menlu Kolombia sebut percakapan “saling hormat”. Analis nilai Trump pakai taktik tekanan lalu dialog.