
Presiden AS Donald Trump menegaskan ambisi mengendalikan 55% cadangan minyak dunia melalui dominasi ekspor Venezuela dan Guyana, disampaikan dalam pidato di Gedung Putih pada 9 Januari 2026.
Konteks Venezuela
Dengan kesepakatan 30-50 juta barel minyak Venezuela ke AS senilai US$2 miliar, Trump klaim AS akan kuasai “energi kritis” global. Tambah 31 ton emas cadangan BCV di Bank of England yang masih disandera Inggris sebagai leverage.
Fokus Guyana & Laut Karibia
Trump soroti Guyana sebagai “Arab Saudi baru” dengan tambang minyak terbesar dunia ditemukan 2025. AS rencana blokade Laut Karibia cegah China/Rusia ambil alih, dengan pangkalan militer baru di Curaçao.[conversation_history]
Respons Global
China protes keras ancaman blokade, OPEC+ prediksi harga minyak turun US$10/barel jika AS kuasai 55%. Rusia siapkan kontrasan dengan tambah produksi Siberia Utara.