
Kereta api tidak dilengkapi sabuk pengaman karena desain dan operasionalnya yang sudah aman secara inheren, ditambah faktor biaya dan efektivitas.
Kereta berjalan di rel khusus dengan sistem sinyal canggih dan masinis terlatih, sehingga tabrakan frontal jarang terjadi; statistik UE tunjukkan 0,09 kematian per miliar km penumpang.
Kursi empuk dan rapat saling berhadapan berfungsi sebagai bantalan alami; studi Railway Safety Board temukan sabuk justru tingkatkan cedera leher pada perempuan/remaja pendek saat benturan sekunder.
Kereta punya massa besar sehingga pelambatan bertahap (gaya bentur rendah), beda dengan mobil yang berhenti mendadak; penumpang berdiri/duduk campur tak bisa dipaksa pakai sabuk semua.
Modifikasi ribuan kursi per rangkaian mahal dan rumit; tak ada negara wajibkan sabuk di kereta karena data keselamatan sudah optimal via jalur terpisah.
Pegangan tangan, pintu anti-trap, dan rem darurat jadi prioritas; helm motor/sabuk mobil efektif karena risiko lebih tinggi di jalan umum.