
Sekitar 54 hari pasca bencana banjir dan longsor bandang akhir Desember 2025 di Aceh Tengah, sekitar 9.800 warga masih terisolir akibat kerusakan infrastruktur parah seperti jalan, jembatan, dan listrik yang belum pulih sepenuhnya.
Kondisi Terkini
Pemkab Aceh Tengah melaporkan pada 19 Januari 2026 bahwa listrik sudah menyala di 261 dari 295 kampung, sementara 34 kampung masih diperbaiki dengan genset sementara. Jumlah warga terisolir turun menjadi 6.562 jiwa dari puncak awal, berkat helikopter BNPB yang mendistribusikan 2.800 kg logistik, meski akses darat ke beberapa kecamatan seperti Linge dan Rusip Antara masih terbatas.
Upaya Pemulihan
Status tanggap darurat diperpanjang hingga 22 Januari 2026 karena wilayah terisolir dan trauma penyintas, dengan fokus pada air bersih, hunian sementara, serta perbaikan 362 titik longsor dan 16 jembatan putus.