Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Setelah 23 Tahun Hidup Tanpa Lengan, Felix Grétarsson Jalani Transplantasi Kedua Lengan dan Bahu

Setelah kehilangan kedua lengannya akibat kecelakaan listrik pada 1998, Felix Grétarsson menjalani transplantasi kedua lengan dan bagian bahu pada Januari 2021 di Prancis. Meski sempat menunjukkan kemajuan dalam rehabilitasi, pada Oktober 2026 ia mengungkapkan adanya tanda penolakan tubuh terhadap lengan transplantasinya.

Kisah Felix Grétarsson, pria asal Islandia, menjadi perhatian dunia setelah menjalani operasi transplantasi kedua lengan beserta bagian bahu pada Januari 2021. Operasi yang berlangsung di Rumah Sakit Édouard-Herriot, Lyon, Prancis, itu dikenal sebagai transplantasi bilateral lengan dan bahu pertama di dunia.

Perjalanan Felix menuju operasi tersebut bermula pada 12 Januari 1998. Saat bekerja sebagai teknisi listrik di jaringan tegangan tinggi, ia mengalami kecelakaan akibat sengatan listrik sekitar 11.000 volt. Insiden itu menyebabkan luka serius dan membuatnya menjalani koma selama sekitar tiga bulan. Setelah sadar, kedua lengannya telah diamputasi.

Selama lebih dari dua dekade hidup tanpa kedua lengan, Felix tetap berusaha mewujudkan keinginannya untuk menjalani transplantasi. Ia kemudian pindah ke Lyon pada 2013 agar dapat mengikuti persiapan medis dan menunggu donor yang sesuai.

Operasi transplantasi pada 13 Januari 2021 berlangsung sekitar 15 jam dan melibatkan banyak tenaga medis dari berbagai tim bedah. Prosedur tersebut sangat kompleks karena mencakup penyambungan tulang, pembuluh darah, saraf, otot, tendon, serta rekonstruksi bagian bahu.

Setelah operasi, Felix menjalani rehabilitasi intensif untuk membantu memulihkan fungsi kedua lengannya. Dalam perkembangan yang dilaporkan pada 2022, ia telah mampu menekuk dan meluruskan kedua siku serta mulai menunjukkan gerakan pada pergelangan tangan. Kemajuan tersebut menjadi hasil penting dari proses pemulihan yang panjang.

Namun, perjalanan medisnya belum sepenuhnya selesai. Dalam laporan terbaru pada 23 Oktober 2026, Felix mengungkapkan adanya tanda-tanda penolakan tubuh terhadap lengan hasil transplantasi. Ia menduga kondisi tersebut mungkin berkaitan dengan rangkaian pengobatan kanker hidung yang sedang dijalaninya. Ia juga menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap kelainan di hidungnya tidak menunjukkan kanker, dan terapi radiasi telah dimulai.

Kisah Felix memperlihatkan perkembangan besar dalam dunia bedah rekonstruktif dan transplantasi. Di sisi lain, pengalamannya juga menunjukkan bahwa transplantasi anggota tubuh membutuhkan rehabilitasi jangka panjang serta pemantauan medis berkelanjutan.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.