
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya PHK massal di sektor media olahraga, di mana sepertiga karyawan di beberapa media tutup desk tersebut akibat penurunan pendapatan iklan dan digitalisasi berita.
Sektor olahraga mengalami kontraksi karena kompetisi Liga 1/2 minim sponsor pasca-Pilpres 2024, ditambah streaming gratis platform seperti Vidio dan Emtek kurangi pembaca situs berita tradisional. Estimasi PHK 30-35% tenaga jurnalis olahraga sejak Januari 2026.
Ratusan wartawan beralih freelance atau konten kreator TikTok/YouTube; media seperti Bola.com dan Goal Indonesia restrukturisasi, prioritas konten Timnas U-20 Piala Dunia 2026.