Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Sentimen ‘Sell America’ Usai Pernyataan Trump Soal Greenland Guncang Pasar

Nilai dolar AS melemah untuk hari kedua pada 20 Januari 2026, didorong oleh sentimen "sell America" yang bangkit akibat pernyataan Presiden Donald Trump soal tarif terhadap negara-negara Eropa terkait isu Greenland. Indeks Dolar (DXY)…

Nilai dolar AS melemah untuk hari kedua pada 20 Januari 2026, didorong oleh sentimen “sell America” yang bangkit akibat pernyataan Presiden Donald Trump soal tarif terhadap negara-negara Eropa terkait isu Greenland. Indeks Dolar (DXY) turun 0,2% ke level 98,891, level terendah sejak Januari, sementara euro menguat ke 1,1658 dan pound sterling ke 1,3437. Pelemahan ini memengaruhi rupiah Indonesia yang tembus Rp16.945 per dolar AS, seiring kekhawatiran investor atas ketidakpastian kebijakan AS, hubungan aliansi yang tegang, dan tren dedolarisasi.​

Pernyataan Gedung Putih memicu aksi jual aset AS seperti saham, obligasi Treasury, dan dolar, mirip fenomena pasca-pengumuman tarif Liberation Day April lalu. Analis seperti Tony Sycamore dari IG menyoroti kekhawatiran berkepanjangan atas kepemimpinan AS dan potensi pembalasan. Imbal hasil Treasury 10-tahun naik 3 basis poin ke 4,6%, sementara ekspektasi suku bunga Fed tetap stabil.​

Investor beralih ke safe haven seperti emas yang lampaui USD4.700 per ounce, sementara USD/CHF melemah ke dekat 0,7950. Rupiah tertekan lebih lanjut di tengah perdagangan Asia yang libur Martin Luther King Jr. Day. Analis OCBC ragu tarif akan terealisasi penuh, tapi arus keluar dolar lebih besar daripada risiko euro.​

Tag:
Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.