Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Sempat Sepi dan Ditinggal Sejumlah UMKM, RANS Carnival di Sleman Sempat di Datangi Rombongan Bus

Setelah diwarnai mundurnya sejumlah UMKM dan musisi, RANS Carnival di Sleman kini terlihat dipadati rombongan pengunjung yang datang menggunakan bus. Beredar pula informasi mengenai fasilitas bus gratis dan uang transportasi Rp100 ribu per orang, meski kabar tersebut belum terkonfirmasi secara resmi.

Festival RANS Carnival yang digelar di kawasan Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, kembali menjadi perbincangan publik. Setelah sebelumnya diwarnai kabar mundurnya sejumlah tenant kuliner, UMKM lokal, dan musisi, suasana acara belakangan terlihat ramai oleh kedatangan rombongan pengunjung menggunakan bus.

Perubahan suasana tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah video yang memperlihatkan keramaian di sekitar lokasi beredar di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @voxnetizens, terlihat kendaraan bus berdatangan dan sejumlah pengunjung memadati area festival.

Sebelumnya, RANS Carnival sempat menghadapi gelombang penolakan setelah muncul seruan boikot di media sosial. Sejumlah tenant UMKM lokal dikabarkan membatalkan keikutsertaan mereka. Bahkan, beberapa musisi yang semula dijadwalkan tampil, seperti OM Wawes, Guyon Waton, dan Masdddho, juga disebut memilih mundur dari acara tersebut.

Polemik itu berkaitan dengan kontroversi yang menyeret nama Raffi Ahmad setelah kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Peristiwa tersebut memicu berbagai tanggapan publik hingga berkembang menjadi ajakan boikot terhadap kegiatan yang berkaitan dengan RANS.

Namun, situasi di lokasi festival belakangan menunjukkan pemandangan berbeda. Rombongan pengunjung yang datang menggunakan bus terlihat memenuhi kawasan acara. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana penyelenggara mampu menarik kembali minat masyarakat setelah sebelumnya menghadapi gelombang penolakan.

Hal lain yang turut ramai diperbincangkan adalah beredarnya informasi mengenai dugaan fasilitas transportasi bagi pengunjung. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan adanya bus gratis hingga tawaran uang transportasi sebesar Rp100 ribu per orang untuk menghadiri acara tersebut.

Informasi itu kemudian memancing beragam komentar warganet. Sebagian mempertanyakan kebenaran kabar mengenai fasilitas transportasi dan uang saku tersebut. Ada pula yang menilai kedatangan rombongan pengunjung menjadi bagian dari strategi penyelenggara untuk meningkatkan jumlah kehadiran masyarakat di tengah polemik yang sedang berlangsung.

Meski demikian, informasi mengenai pemberian uang transportasi Rp100 ribu maupun fasilitas bus gratis tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Belum ada keterangan resmi yang menjelaskan apakah fasilitas tersebut memang disediakan oleh penyelenggara, siapa saja yang berhak menerimanya, serta bagaimana mekanisme pemberiannya.

Ramainya pengunjung juga belum serta-merta menjawab persoalan mengenai mundurnya sejumlah tenant dan musisi. Sebab, jumlah pengunjung yang hadir dan partisipasi pelaku usaha maupun pengisi acara merupakan hal yang berbeda.

Perkembangan RANS Carnival ini memperlihatkan bagaimana sebuah acara dapat menjadi sorotan bukan hanya karena hiburannya, tetapi juga karena polemik yang berkembang di ruang publik. Di tengah pro dan kontra yang masih berlangsung, perhatian masyarakat kini tertuju pada respons penyelenggara serta bagaimana festival tersebut berjalan hingga selesai.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.