Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Sekolah Taruna Nusantara Mulai Beroperasi di IKN, Bangunan Bata Merahnya Disebut Mirip Sekolah di Eropa

SMA Taruna Nusantara Kampus IKN mulai beroperasi pada Juli 2026 dengan kapasitas 477 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027. Sekolah ini menerapkan beasiswa penuh dan memiliki bangunan bata merah yang mencuri perhatian karena tampilannya disebut mirip sekolah bergaya Eropa.

Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini mulai memiliki fasilitas pendidikan baru yang menarik perhatian masyarakat. SMA Taruna Nusantara Kampus IKN mulai beroperasi dan menjadi sorotan berkat bangunan megah bernuansa bata merah yang dinilai memiliki tampilan menyerupai sekolah-sekolah bergaya Eropa.

Sekolah tersebut berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara. Kehadirannya menjadi salah satu bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan di ibu kota baru, sekaligus menandai mulai berjalannya aktivitas pendidikan di kawasan tersebut.

Angkatan pertama SMA Taruna Nusantara Kampus IKN mulai menempati sekolah pada Juli 2026. Kehadiran para siswa ini menjadi langkah awal operasional kampus yang dipersiapkan untuk menampung generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Menariknya, sekolah ini menerapkan sistem beasiswa penuh bagi seluruh siswa yang diterima. Skema tersebut memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus terbebani biaya pendidikan sesuai ketentuan program yang berlaku.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, kampus ini dipersiapkan menampung sebanyak 477 siswa. Jumlah tersebut menunjukkan skala pengembangan fasilitas pendidikan yang cukup besar di kawasan IKN.

Pada tahap awal, fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas, laboratorium, aula utama atau *main hall*, serta asrama siswa dan siswi. Berbagai fasilitas tersebut dirancang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sekaligus kehidupan para siswa selama mengikuti pendidikan di lingkungan sekolah.

Pengembangan fasilitas juga direncanakan berlanjut secara bertahap. Sejumlah sarana olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler, seperti sport center, kolam renang, lapangan sepak bola dan atletik, lapangan tenis, serta fasilitas olahraga lainnya, masuk dalam rencana pengembangan kampus.

Keberadaan sekolah ini di IKN turut menarik perhatian karena mengusung konsep pendidikan berasrama yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter dan kedisiplinan. Model pendidikan tersebut diharapkan dapat mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan intelektual, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab.

Selain fasilitasnya, tampilan arsitektur bangunan menjadi salah satu hal yang ramai dibicarakan. Dominasi warna bata merah, bentuk bangunan yang megah, serta desain kawasan sekolah membuat banyak orang membandingkannya dengan lingkungan pendidikan bergaya Eropa.

Beroperasinya SMA Taruna Nusantara di IKN juga menambah daftar fasilitas publik yang mulai hadir di ibu kota baru. Kehadiran institusi pendidikan di kawasan tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan sumber daya manusia seiring dengan perkembangan infrastruktur dan pusat pemerintahan.

Dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar, masyarakat kini dapat melihat bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada gedung pemerintahan dan infrastruktur, tetapi juga mulai diarahkan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan bagi generasi mendatang.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.