
Saham SanDisk (SNDK) memang melonjak signifikan akibat kelangkaan memori yang dipicu permintaan AI yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh komentar CEO Nvidia Jensen Huang di CES yang menyoroti kekurangan penyimpanan sebagai bottleneck AI, serta kenaikan harga SSD hingga 40% di kuartal pertama 2026. Harga saham mencapai rekor tertinggi $351,99 dengan kenaikan harian 27-28% baru-baru ini.
Penyebab Utama
Permintaan AI untuk penyimpanan pusat data, edge computing, dan inferensi menyebabkan kelangkaan global NAND flash dan DRAM, memicu kenaikan harga hingga 50-70% dari produsen seperti Samsung dan SK Hynix. SanDisk, spin-off Western Digital, mendapat manfaat dari pertumbuhan pendapatan pusat data +26% secara kuartalan dan transisi ke teknologi BiCS8.
Performa Keuangan
Pendapatan Q1 FY2026 mencapai $2,308 miliar dengan margin kotor 29,8%, dan panduan Q2 menargetkan margin 41-43% serta EPS non-GAAP $3,00-$3,40. Analis perkirakan pertumbuhan revenue >45% dan EBITDA >200% di 2026, meski siklus memori berisiko.