Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Rp39,1 Triliun untuk Bulog: Cadangan Pangan Nasional Diperkuat

Pemerintah menyetujui pemberian murah sebesar Rp39,1 triliun kepada Perum Bulog untuk memperkuat cadangan pangan nasional, terutama guna menyerap 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung pada tahun 2026. Skema ini dipakai agar…

Pemerintah menyetujui pemberian murah sebesar Rp39,1 triliun kepada Perum Bulog untuk memperkuat cadangan pangan nasional, terutama guna menyerap 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung pada tahun 2026. Skema ini dipakai agar Bulog bisa agresif menyerap hasil panen petani tanpa terbebani bunga komersial tinggi, sekaligus menjaga stabilitas harga dan stok beras dalam negeri.​

 

Rinciannya Rp39,1 triliun

Dana Rp39,1 triliun diberikan dalam bentuk pinjaman berbunga rendah melalui skema pendanaan khusus pemerintah (OIP), dengan bunga sekitar 3 persen, jauh di bawah bunga komersial di atas 7 persen.​

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan dana ini khusus untuk pengadaan 4 juta ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 1 juta ton jagung sepanjang tahun 2026.​

 

Target serapan dan stok

Bulog ditugaskan menyerap 4 juta ton setara beras dari petani pada tahun 2026, lebih tinggi dari target tahun sebelumnya demi memperkuat cadangan dan kemampuan intervensi pasar.​

Stok awal 2026 disebut sudah sekitar 3,25 juta ton CBP, sehingga tambahan serapan ini diharapkan membuat posisi stok beras nasional berada pada level sangat aman.​

 

Tujuan kebijakan bagi pangan nasional

Pemerintah ingin Bulog lebih leluasa menstabilkan harga beras (program SPHP dan bantuan pangan) tanpa tercekik biaya bunga, sekaligus menjamin harga gabah di tingkat petani tidak jatuh saat panen raya.​

Kebijakan ini juga dikaitkan dengan agenda swasembada dan rencana ekspor beras premium hingga 1 juta ton, dengan catatan kebutuhan dalam negeri tetap aman.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.