Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Rp 33.400 Triliun Mengendap, Jepang Bingung Urus Harta Lansia!

Jepang menghadapi tantangan besar dalam mengelola aset likuid milik para lansia senilai sekitar 315 triliun yen atau Rp33.400 triliun, yang sebagian besar tersimpan di rekening bank karena pemiliknya mengalami penurunan fungsi kognitif atau demensia.…

Jepang menghadapi tantangan besar dalam mengelola aset likuid milik para lansia senilai sekitar 315 triliun yen atau Rp33.400 triliun, yang sebagian besar tersimpan di rekening bank karena pemiliknya mengalami penurunan fungsi kognitif atau demensia.

​

Dampak Penuaan Populasi

Hampir sekitar 123 juta penduduk Jepang berusia di atas 65 tahun, dengan lebih dari 10% melewati usia 80 tahun, menyebabkan aset tidak produktif karena lansia sulit mengelolanya. Data Sumitomo Mitsui Trust Bank menunjukkan nilai aset ini terus naik, diperparah fakta banyak lansia tanpa keturunan atau ahli waris jelas.

​

Risiko dan Solusi

Dana triliunan ini rentan terhadap kecelakaan—lansia sumbang 65% kerugian USD462 juta pada tahun 2024—dan tidak berputar di bidang perekonomian. Penyesuaian bank dengan rekening perwalian keluarga, sementara Kementerian Kehakiman merevisi undang-undang agar lebih fleksibel untuk pengelolaan dini.

​

Contoh Kasus

Kasus seperti Teruo (84 tahun, Prefektur Toyama) gambaran kesadaran pribadi, namun sebagian besar lansia kurang persiapan, membuat bank dan konsultan seperti FinWell Research khawatir soal stabilitas keuangan nasional.

 

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.