
Pengamat politik Rocky Gerung memberikan respons keras terhadap tragedi kematian siswa SD YBR di Ngada, NTT, yang diduga bunuh diri karena tak mampu beli buku tulis.
Rocky menilai buku tulis sebagai hak dasar anak yang wajib dipenuhi negara, bukan tanggungan individu atau keluarga miskin. Ia sebut kasus ini cermin kegagalan pemerintah jamin keadilan sosial, di mana kebijakan fokus pertumbuhan ekonomi 6-8% abaikan isu human solidarity dan kemiskinan ekstrem di daerah terpencil.
Anak 10 tahun itu tinggalkan surat perpisahan untuk ibunya, tunjukkan pengorbanan matang demi bebaskan beban ekonomi keluarga. Rocky soroti hilangnya etos bernegara seperti tokoh Sjahrir atau Sudirman, kontras dengan prioritas anggaran seperti iuran Board of Peace ke AS.