
Raub, kota kecil di Pahang, Malaysia, mengalami ledakan ekonomi berkat ekspor durian Musang King yang laris manis di pasar China, dengan nilai impor durian China mencapai US$7 miliar pada 2024. Varietas premium ini dijuluki “Hermès-nya durian” karena rasa pahit kompleks dan tekstur creamy yang digilai konsumen kaya China, membalikkan nasib petani yang dulu tebang pohon durian demi sawit.
Petani dan eksportir seperti Fresco Green di Raub kini panen untung besar, dengan Musang King dibanderol hingga US$100 per buah saat musim puncak, sementara China serap 90% ekspor durian dunia. Kota ini ramai turis China yang datang langsung ke kebun untuk cicip rasa bertingkat dari karamel hingga pahit alkoholik, dorong bisnis pengemasan, transportasi, dan pariwisata.
Malaysia saingi Thailand-Vietnam lewat jalur darat baru dari Kedah ke China sejak Januari 2026, meski tantangan seperti isu keamanan pangan Thailand dan swasembada Hainan belum ancam superioritas Musang King. Aliran devisa ini ubah Raub dari daerah tertinggal jadi pusat durian premium Asia Tenggara.