
Andre Tanoto, putra sulung konglomerat Sukanto Tanoto pendiri Royal Golden Eagle (RGE), memang sedang agresif mengumpulkan aset properti ritel di Singapura melalui Altallo Asset Management. Transaksi ini mencakup pembelian empat unit ritel besar senilai sekitar S$160 juta (Rp2,1 triliun) dan sembilan properti komersial lain senilai S$90 juta (Rp1,2 triliun), yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.
Empat unit ritel berukuran besar di kawasan HDB (Housing Development Board) Singapura, termasuk Bukit Merah Central, dekat MRT Toa Payoh, Ang Mo Kio, dan Clementi; unit ini sebelumnya dibeli Lian Beng Group seharga S$151 juta pada 2016.
Sembilan properti komersial/ritel seperti di Bukit Batok Central, Aljunied Avenue, Yishun Avenue, Ang Mo Kio Avenue, Holland Drive, Tampines Street, dan Jurong Street, dibeli dari JBE yang sebelumnya mengakuisisinya dari Mercatus (NTUC Enterprise) pada 2024.
Total luas aset ritel yang diborong mencapai sekitar 5.000 m², fokus pada lokasi strategis dekat hunian publik dan transportasi massal.
Andre adalah anak tertua Sukanto Tanoto dan warga negara Singapura, tidak menjabat di dewan RGE tapi aktif di sektor investasi pribadi serta filantropi melalui Yasasan Ant (didirikan 2025). Altallo Asset Management, entitas investasinya yang relatif baru, kini diperhitungkan di pasar properti Singapura sebagai pemain ritel regional. Strategi ini melanjutkan tradisi keluarga Tanoto yang sudah lama mengumpulkan aset properti di Singapura, seperti Tanglin Mall dan Chinatown Plaza yang dibeli Sukanto melalui Pacific Eagle Real Estate.
Pembelian ini menunjukkan kepercayaan tinggi pada pasar ritel Singapura pasca-pandemi, di mana aset HDB ritel dianggap stabil karena permintaan tinggi dari warga lokal.
Transaksi dilakukan di tengah tren investor asal Indonesia yang semakin ekspansif di Singapura untuk diversifikasi aset, dengan nilai total Andre kali ini melebihi S$250 juta.