
Saif al-Islam Gaddafi, putra sulung mantan diktator Libya Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas ditembak pada 3 Februari 2026 di rumahnya di Zintan, Libya barat.
Empat penyerang tak dikenal menerobos masuk dan menembaknya; konfirmasi datang dari pengacara Khaled el-Zaydi, keluarga, dan media lokal seperti Abaad News. Ia tinggal di Zintan sejak ditangkap milisi 2011 pasca-revolusi, sempat divonis mati in absentia pada 2015 atas war crimes.
Saif (43) pernah jadi calon pewaris ayahnya, aktif diplomasi Barat pra-2011, tapi ICC tagih kejahatan kemanusiaan. Ia coba maju pilpres 2021 tapi gagal; kematiannya picu spekulasi politik Libya yang masih terpecah.