GKR Panembahan Timoer Rumbai melakukan protes keras dengan menyela acara penyerahan SK Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Keraton Surakarta pada 18 Januari 2026, karena merasa keluarga besar Pakubuwono XIII tidak dihargai.
Kronologi Protes
Ia naik podium dan merebut mikrofon saat Fadli Zon hendak serahkan SK penunjukan KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Keraton, menyoroti ketidaklibatan keluarga PB XIII dan putra-putri PB XII dalam proses. Acara di Hotel Arya Duta berlangsung tegang, diikuti jumpa pers di mana Timoer nyebar selebaran mosi tidak percaya dan kirim surat keberatan ke Kemendikbud.
Alasan Utama
Timoer keberatan karena acara tanpa undangan resmi, tanpa izin tuan rumah Keraton, dan mekanisme SK dianggap tidak transparan serta melanggar UU Cagar Budaya. Kuasa hukumnya ancam gugat ke PTUN jika tak ditinjau ulang dalam 90 hari.