
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa pembongkaran tiang monorel mangkrak akan segera dilakukan oleh Pemprov DKI pada pekan ketiga Januari 2026, tepatnya sekitar 13-20 Januari, setelah batas waktu satu bulan untuk pengembang tidak terisi. Proyek ini telah terbengkalai lebih dari 20 tahun sejak dimulai pada tahun 2004 di era Gubernur Sutiyoso dan terhenti pada tahun 2007 karena masalah pendanaan. Pembongkaran ditangani Dinas Bina Marga tanpa penutupan jalan untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.
Latar Belakang Proyek
Proyek monorel Jakarta digagas pada tahun 2004 oleh PT Jakarta Monorail dengan PT Adhi Karya sebagai kontraktor, tetapi terhenti karena kegagalan investor seperti Omnico Singapura menyetor modal. Upaya kelanjutan di era Jokowi (2013) dan Ahok gagal karena penyelesaian kontrak, meninggalkan tiang beton di kawasan seperti Rasuna Said dan Senayan yang mengganggu estetika kota.
Rencana Pelaksanaan
Pemprov DKI memberikan surat peringatan kepada PT Adhi Karya, namun karena batas waktu lewat sendiri, pembongkaran dilakukan mulai minggu ketiga Januari 2026 dengan target selesai sepanjang tahun. Material besi tiang akan didaur ulang untuk infrastruktur lain, dan prosesnya diperkirakan memakan waktu empat bulan per lokasi prioritas.
Manfaat Pembongkaran
Lokasi pasca-pembongkaran akan digunakan untuk pelebaran jalan, perbaikan trotoar, dan pengurangan kemacetan hingga 14-18% di kawasan tersebut. Langkah ini menyelesaikan masalah hukum lama dan memperbaiki tata kota Jakarta