
Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Al Green (dari Texas), menegur Presiden Donald Trump jelang pidato kenegaraan (State of the Union) di Kongres, Washington DC, pada Selasa malam, 24 Februari 2026.
Teguran itu dipicu oleh kontroversi video rasis yang baru-baru ini diunggah akun media sosial resmi Trump, menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan Michelle Obama digambarkan sebagai kera (primata), sebelum dihapus Gedung Putih yang mengklaim itu kesalahan staf. Saat Trump memasuki ruang sidang DPR menuju podium, Al Green sengaja duduk di jalur lintasan dan membentangkan poster putih bertuliskan “Black People Aren’t Apes!” (Orang Kulit Hitam Bukan Kera!) untuk menyindir langsung kebijakan dan sikap rasisme Trump.
Aksi Green membuat Trump terkejut dan berpaling wajahnya, sementara Ketua DPR (dikuasai Partai Republik) Mike Johnson segera memerintahkan petugas keamanan mengeluarkan Green dari ruang sidang sebelum pidato dimulai. Dalam wawancara pasca-insiden dengan Reuters, Green menyatakan tujuannya agar Trump “menyadari bahwa menggambarkan keluarga Obama sebagai primata tidak dapat diterima, tercela, dan tidak akan ditoleransi,” menyebut itu momen “kerentanan” bagi Trump yang jarang dihadapi kritik langsung.
Ini bukan pertama kalinya: Al Green dikenal vokal mengkritik Trump, pernah diusir saat pidato kenegaraan sebelumnya (2025) karena berteriak soal “mandat tidak sah” dan mengangkat tongkat. Green juga rutin mengajukan mosi impeachment Trump, termasuk Januari 2026 soal aksi militer di Venezuela tanpa persetujuan Kongres, meski gagal lolos. Pidato kali ini Trump soroti pencapaian domestik dan luar negeri pasca-reeleksi 2024, tapi protes Green langsung mencuri perhatian dan memanaskan suasana politik AS yang terpolarisasi