Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Pemerintah Malaysia Beri bantuan RM500 (sekitar Rp2 juta) per pelajar Indonesia Terdampak Bencana Sumatera

Pemerintah Malaysia mengumumkan bantuan tunai RM500 (sekitar Rp2 juta) per pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di sana dan keluarganya terdampak banjir bandang serta longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November…

Pemerintah Malaysia mengumumkan bantuan tunai RM500 (sekitar Rp2 juta) per pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di sana dan keluarganya terdampak banjir bandang serta longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November 2025. Bantuan ini disalurkan sebagai inisiatif awal Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk menunjukkan solidaritas antarnegara tetangga. Pelajar diminta mendaftar melalui institusi pendidikannya masing-masing agar distribusi sesuai kebutuhan.​

Latar Belakang Bencana

Banjir dahsyat dan longsor melanda Sumatra pada akhir November 2025, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan besar di Aceh serta Sumatera Utara. Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia (MOHE) berkoordinasi untuk memastikan bantuan RM500 ini mencapai pelajar Indonesia yang terdampak secara tidak langsung. Langkah ini juga mencakup pemantauan pelajar Malaysia di Aceh dengan bantuan serupa.​

Fakta Penting

  • Pengumuman Resmi: Disampaikan Anwar Ibrahim via media sosial pada 11-12 Desember 2025, sebagai tanda ihsan dan persahabatan.​
  • Koordinasi: MOHE bertanggung jawab pendaftaran dan penyaluran untuk efisiensi.​
  • Cakupan: Khusus pelajar Indonesia dari daerah terdampak; bantuan tahap awal dengan potensi tambahan.​

Respons Pemerintah

Menteri Pendidikan Tinggi Zambry Abd Kadir menyambut baik inisiatif ini, menekankan hubungan kekeluargaan antarnegara. Kantor Perdana Menteri memfasilitasi agar proses berjalan tertib, sambil berdoa untuk keselamatan korban. Inisiatif serupa diberikan ke pelajar Malaysia di wilayah bencana.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.