
PBNU melalui Ketua Umum Gus Yahya Cholil Staquf menilai keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza sudah tepat dan strategis.
Latar Belakang BoP
Board of Peace dibentuk pasca-konflik Gaza, digagas dalam forum seperti WEF Davos 2026; Indonesia gabung bareng Arab Saudi, UEA, Qatar, Yordania, Turki, Pakistan, Mesir setelah Presiden Prabowo tandatangani charter 22-23 Januari 2026.
Tujuannya monitor stabilisasi, rehabilitasi Gaza & Palestina; Menlu Sugiono tekankan ini komitmen kemanusiaan tanpa gantikan PBB, orientasi solusi dua negara.
Tanggapan PBNU
Gus Yahya akui keputusan kontroversial tapi benar karena Indonesia punya mandat moral dukung perdamaian Palestina; kehadiran RI cegah dominasi kekuatan besar.
PBNU harap Indonesia perjuangkan keadilan hukum internasional di dalamnya.