
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) membela iuran keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) senilai US$1 miliar (Rp17 triliun), dengan alasan dana itu langsung untuk pembangunan Gaza pasca-konflik.
Usai bertemu Presiden Prabowo di Istana pada 3 Februari 2026, Gus Yahya tekankan BoP bukan sekadar diplomasi, tapi mobilisasi dana besar untuk rekonstruksi Gaza yang hancur akibat agresi Israel. Iuran peserta diarahkan ke pemulihan Palestina, termasuk solusi dua negara.
BoP, digagas Presiden AS Donald Trump, minta iuran tahunan US$1 miliar untuk keanggotaan permanen; Indonesia gabung demi peran strategis di Gaza via NCAG. PBNU anggap ini investasi kemanusiaan, meski picu kritik domestik soal prioritas anggaran.