
Pantai Kuta Bali dipenuhi sampah kiriman seperti kayu, ranting, dan bambu akibat angin musim barat dan arus laut sejak November 2025, berlanjut hingga Maret 2026.
Penyebab Utama
Sampah berasal dari luar Bali, terutama Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi, terbawa ombak ekstrem ke pesisir selatan seperti Kuta, Legian, dan Seminyak. Gubernur Wayan Koster sebut ini siklus tahunan Desember-Februari, bukan sampah lokal Bali.
Upaya Pembersihan
DLHK Badung kerahkan 60 truk dan 800 personel; Pantai Kuta angkut 25 truk/hari, total 200 ton dibersihkan dengan alat berat malam hari agar wisata tak terganggu.