
Pangeran senior Arab Saudi, Turki Al-Faisal, menuduh Zionis Israel bercita-cita membangun wilayah “Eretz Yisrael” dari Sungai Nil (Mesir) hingga Sungai Efrat (Irak/Suriah), sebagaimana viral di media sosial.
Ungkapan ini bagian kritik keras terhadap ekspansi Israel di Gaza dan Tepi Barat; konsep “Greater Israel” disebut ambisi historis berdasarkan Kitab Kejadian 15:18.
Saudi konsisten tolak normalisasi tanpa negara Palestina merdeka; Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebut Israel lakukan genosida, tolak hubungan diplomatik.
Pernyataan ini picu perdebatan soal batas Israel pasca-perang Gaza; Saudi desak PBB bekukan keanggotaan Israel.