Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Niat Dandani Anak Jadi No-Face dari Spirited Away, Bocah Ini Malah Bikin Temannya Nangis

Momo Lu, bocah asal Kaohsiung, Taiwan, tampil mengenakan kostum No-Face dari film Spirited Away untuk merayakan Halloween di sekolah. Penampilannya disebut membuat salah satu temannya ketakutan hingga menangis, sementara Momo justru merasa senang dengan kostumnya. Kisah ini menarik perhatian karena menunjukkan beragam reaksi anak terhadap kostum Halloween.

Kisah seorang bocah asal Kaohsiung, Taiwan, menjadi perhatian setelah penampilannya saat merayakan Halloween justru membuat salah satu temannya ketakutan hingga menangis. Bocah tersebut bernama Momo Lu dan tampil mengenakan kostum No-Face, karakter misterius yang dikenal dari film animasi populer Spirited Away karya Studio Ghibli.

Cerita ini dibagikan melalui akun Instagram FYI Fact. Dalam unggahannya, Momo terlihat mengenakan pakaian serba hitam dengan penutup kepala yang menyerupai sosok No-Face. Wajahnya dihiasi riasan putih dengan sejumlah detail berwarna merah muda, sehingga penampilannya terlihat cukup mencolok.

Kostum tersebut dibuat untuk memeriahkan perayaan Halloween di sekolah. Karakter No-Face sendiri dikenal sebagai sosok bertopeng putih dengan tubuh gelap dalam film Spirited Away. Karakter ini memiliki penampilan khas yang mudah dikenali oleh penggemar film animasi Jepang tersebut.

Namun, penampilan Momo ternyata memberikan kesan berbeda bagi anak-anak yang melihatnya secara langsung. Menurut keterangan yang dibagikan dalam unggahan, salah satu teman Momo merasa takut hingga menangis ketika melihat kostum tersebut.

Kejadian itu kemudian menjadi bahan perbincangan karena tujuan awal sang ibu adalah mendandani anaknya agar tampil menarik dan sesuai dengan tema Halloween. Tanpa diduga, riasan dan kostum yang dibuat justru terlihat cukup menyeramkan bagi salah satu teman sekolahnya.

Ibu Momo, Elmo Chen, disebut mengungkapkan bahwa putrinya justru merasa sangat bahagia dengan penampilannya. Ia mengatakan bahwa Momo merasa penampilannya sangat mengagumkan. Perbedaan reaksi antara Momo dan temannya pun menjadi bagian yang menarik perhatian publik.

Bagi Momo, kostum tersebut mungkin merupakan cara menyenangkan untuk mengekspresikan kecintaannya terhadap karakter animasi. Sementara bagi anak lain, penampilan yang tidak biasa, terutama dengan riasan wajah yang mencolok, dapat menimbulkan rasa takut atau ketidaknyamanan.

Halloween memang identik dengan penggunaan kostum kreatif, mulai dari karakter film, tokoh kartun, hingga berbagai sosok fantasi. Dalam perayaan tersebut, anak-anak sering mencoba berbagai penampilan untuk mengikuti suasana acara dan berpartisipasi dalam kegiatan bersama teman-teman.

Meski demikian, respons setiap anak terhadap kostum tertentu bisa berbeda-beda. Ada anak yang menyukai karakter menyeramkan, sementara yang lain mungkin lebih nyaman dengan kostum lucu atau berwarna cerah. Pengalaman dan tingkat kenyamanan masing-masing anak dapat memengaruhi reaksi mereka ketika melihat penampilan yang tidak biasa.

Peristiwa yang dialami Momo juga memperlihatkan bahwa kreativitas dalam membuat kostum dapat menghasilkan respons yang tidak selalu sesuai dengan perkiraan. Sesuatu yang dianggap lucu atau menarik oleh satu orang belum tentu memberikan kesan yang sama bagi orang lain.

Dalam lingkungan sekolah, kegiatan bertema Halloween dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kreativitas dan berinteraksi dengan teman sebaya. Namun, pendampingan orang tua dan perhatian terhadap kenyamanan anak-anak lain tetap penting agar kegiatan berlangsung menyenangkan bagi semua pihak.

Belum tersedia informasi lebih terperinci mengenai bagaimana kejadian tersebut berakhir atau bagaimana reaksi teman Momo setelah merasa takut. Informasi yang beredar juga belum menjelaskan apakah pihak sekolah memberikan tanggapan khusus mengenai kostum yang dikenakan Momo.

Kisah ini kemudian ramai dibicarakan karena memperlihatkan sisi tak terduga dari perayaan Halloween. Kostum yang dibuat dengan penuh kreativitas ternyata mampu menghadirkan reaksi yang sangat berbeda dari orang-orang yang melihatnya.

Terlepas dari kejadian tersebut, pengalaman Momo menjadi pengingat bahwa kreativitas anak dapat muncul melalui berbagai cara, termasuk lewat kostum karakter favorit. Di saat yang sama, memahami perasaan teman dan menghormati perbedaan respons juga merupakan bagian penting dari pengalaman bersosialisasi sejak dini.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.