
Majelis Ulama Indonesia (MUI) awalnya menolak keputusan pemerintah bergabung dengan Board of Peace yang digagas Presiden AS Donald Trump, tetapi kini menyatakan dukungan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Pada akhir Januari 2026, MUI meminta Indonesia mundur dari Dewan Perdamaian tersebut karena dianggap tidak berpihak pada Palestina dan melibatkan Israel. Namun, pada 3 Februari 2026, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar bertemu Prabowo di Istana dan mendengar penjelasan rinci soal komitmen untuk kemaslahatan umat serta perdamaian dunia, termasuk perjuangan kemerdekaan Palestina.
Anwar Iskandar menegaskan dukungan MUI bersyarat: selama Board of Peace membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan, termasuk negara-negara Islam seperti Kuwait dan Qatar. Prabowo menjanjikan keluar jika badan itu menyimpang dari tujuan perdamaian, khususnya untuk Gaza dan Palestina. MUI siap mengkritik jika tidak ada kemaslahatan nyata.