Jumat, 30 Oktober 2026
Masuk
Berita

Momen Pilu Balita Ketuk Keranda Ibunya, Berharap Sang Mama Bangun dan Kembali Memeluknya

Video seorang balita yang mengetuk keranda jenazah ibunya sambil memanggil “Mami” menyentuh hati warganet. Kepolosannya mengingatkan banyak orang bahwa anak kecil membutuhkan pendampingan dan kasih sayang saat menghadapi kehilangan orang terdekat.

Sebuah video yang memperlihatkan seorang balita mengetuk keranda jenazah ibunya sambil memanggil “Mami” menyentuh hati warganet. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, anak tersebut tampak mendekati keranda dan berulang kali mengetuknya, seolah berharap sang ibu segera bangun dan kembali menemaninya.

Dengan kepolosan khas anak kecil, balita itu terlihat belum memahami sepenuhnya arti kehilangan. Ia masih menunjukkan keinginan untuk berinteraksi dengan ibunya, mulai dari memanggil hingga berharap bisa kembali bermain bersama seperti biasanya.

Video tersebut mengundang beragam respons emosional dari pengguna media sosial. Banyak warganet mengungkapkan kesedihan saat melihat seorang anak yang kehilangan sosok ibu pada usia yang masih sangat dini. Sebagian lainnya menyampaikan doa agar sang anak diberikan kekuatan dan mendapat kasih sayang dari keluarga yang mendampinginya.

Kehilangan orang tua merupakan pengalaman yang berat, terlebih bagi anak yang masih berada dalam tahap awal perkembangan. Pada usia tersebut, anak belum tentu memahami makna kematian secara utuh. Mereka mungkin masih mencari sosok yang biasa hadir untuk memberikan rasa aman, perhatian, dan kasih sayang.

Dalam situasi seperti ini, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat menjadi sangat penting. Anak membutuhkan lingkungan yang aman, pendampingan penuh kasih, serta perhatian yang konsisten agar dapat menjalani masa berduka sesuai dengan tahap perkembangannya.

Orang dewasa di sekitarnya juga perlu menjelaskan kehilangan dengan bahasa yang sederhana dan jujur, sesuai kemampuan anak untuk memahami. Memberikan ruang bagi anak untuk menunjukkan perasaan, tanpa memaksanya segera mengerti keadaan, dapat membantu proses penyesuaian emosionalnya.

Meski video tersebut telah menyebar luas, informasi mengenai identitas keluarga, lokasi kejadian, dan kronologi lengkapnya belum dapat dipastikan dari unggahan yang beredar. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi pribadi keluarga tanpa konfirmasi dan persetujuan.

Kisah ini menjadi pengingat tentang besarnya arti kehadiran orang tua dalam kehidupan seorang anak. Di balik momen yang menyentuh tersebut, ada seorang anak yang membutuhkan perlindungan, pendampingan, dan kasih sayang agar tetap dapat tumbuh dengan baik setelah kehilangan yang begitu besar.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.