
Proyek mobil nasional Indonesia melampaui sekadar pencitraan merek; ini adalah dorongan strategis untuk kedaulatan teknologi di sektor otomotif. Para ahli menekankan penguasaan hak kekayaan intelektual (HKI) dan teknologi inti untuk menghindari ketergantungan terus-menerus pada perakitan asing.
Inisiatif ini memprioritaskan kendali lokal atas desain kendaraan listrik, baterai, dan perangkat lunak, bukan hanya sekadar memberi label produk sebagai “nasional”. Harsusanto menekankan bahwa kemerdekaan sejati berarti memiliki HKI untuk bernegosiasi dari posisi yang kuat, mencegah dikte dari luar.
Insentif pemerintah untuk tahun 2026 bergantung pada TKDN yang tinggi (di atas 60%) dan emisi rendah, yang mendorong produksi komponen lokal dan kendaraan listrik/hibrida. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan investasi di tengah penjualan yang lesu, dengan target 850.000 unit melalui Gaikindo.
Terlepas dari optimisme, industri ini menghadapi tekanan dari perubahan kebijakan dan permintaan yang lemah pada awal tahun 2026. Keberhasilan membutuhkan sinergi antara pemerintah, produsen, dan penelitian & pengembangan untuk transformasi Industri 4.0.