
Kasus bullying dan pemerasan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) menjadi viral setelah junior diduga dipaksa biayai gaya hidup senior, seperti sewa rumah, tiket pesta, dan seminar, hingga korban mengalami tekanan mental berat. Mahasiswi PPDS Ilmu Kesehatan Mata berinisial OA bahkan sempat berniat bunuh diri akibat perundungan berulang, sementara kasus serupa sebelumnya libatkan kekerasan fisik yang picu nonaktifan pengajar.
Bentuk Perundungan
Junior wajib penuhi tuntutan finansial senior termasuk clubbing, padel, dan kebutuhan pribadi, dengan pola intimidasi sistematis yang langgar larangan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Laporan dari Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Sipil (AMPKS) Sumsel ungkap dampak psikologis serius hingga resign program.
Respons Institusi
Unsri bentuk satgas sejak September 2025 dan beri pendampingan korban, sementara RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang investigasi serta Kemenkes hentikan sementara PPDS Mata dengan sanksi tegas bagi pelaku. Menkes sayangkan kasus berulang meski bullying dokter sudah dilarang.