
Konflik memperebutkan saham PT Blue Bird Taxi memanas lagi ketika Mintarsih A. Latief, tante Indra Priawan Djokosoetono (suami Nikita Willy), menyindir gaya hidup mewah pasangan tersebut di media sosial. Mintarsih klaim sahamnya 21,67% dialihkan tanpa izin ke keluarga, termasuk Indra sebagai ahli waris ayahnya Chandra Suharto Djokosoetono.
Mintarsih mundur sebagai Wakil Direktur CV Lestiani pada tahun 2001, namun tetap memegang saham Blue Bird; ia tuduh sahamnya berpindah tangan tanpa persetujuan. Konflik ini panjang, termasuk kejadian “disekap” pada RUPS 2015 dan hilangnya dividen/gaji.
Mintarsih soroti “flexing” Indra-Nikita seperti liburan luar negeri, pesawat pribadi, dan hotel mewah, yang menurutnya tak sebanding dengan penghasilan selebriti. “Saham saya diambil… sekarang lihat kekayaan mereka berapa? Bisa diterka sendiri dengan flexing-nya,” katanya pada 28 Januari 2026 di Pancoran, Jakarta Selatan.
Sebagai keponakan Mintarsih, Indra ikut sertakan tanda tangan dokumen sinkronisasi saham dan nikmati hasilnya bersama Nikita. Belum ada tanggapan resmi dari Indra atau Nikita terkait tudingan ini.