Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Migrasi Paling Mematikan dalam Sejarah Manusia

Sejumlah migrasi besar terjadi karena kelaparan, pengusiran, kekeringan, perang, dan pembagian wilayah. Banyak orang harus meninggalkan rumah, sementara perjalanan itu sendiri menelan korban jiwa.

Migrasi besar dalam sejarah manusia sering kali bukan pilihan untuk mencari kehidupan baru, melainkan jalan keluar dari kelaparan, kekerasan, perang, kebijakan pemerintah, dan bencana lingkungan. Dalam sejumlah kasus, perjalanan menuju tempat aman justru menjadi bagian paling mematikan dari perpindahan tersebut.

Migrasi Kelaparan Besar Irlandia pada 1845–1852
Lebih dari 1 juta warga Irlandia melarikan diri dari kelaparan besar. Mereka menyeberangi laut dengan “kapal peti mati” yang tingkat kematiannya mencapai 30%, dan di beberapa kapal setengah penumpang meninggal akibat penyakit sebelum tiba di Amerika Utara.

Kelaparan Besar Irlandia pada 1845–1852 mendorong lebih dari 1 juta warga Irlandia meninggalkan negeri mereka. Banyak di antaranya menyeberangi laut dengan kapal yang kemudian dikenal sebagai “kapal peti mati”. Tingkat kematian di kapal-kapal itu disebut mencapai 30 persen, sementara pada beberapa kapal setengah penumpang meninggal akibat penyakit sebelum tiba di Amerika Utara.

Jejak Air Mata pada 1830–1850
Pemerintah AS secara paksa memindahkan lebih dari 60.000 penduduk asli Amerika dari tanah leluhur mereka. Sekitar 15.000 orang meninggal akibat penyakit, kelaparan, dan paparan cuaca ekstrem selama perjalanan. Kebijakan ini disahkan pada masa Presiden Andrew Jackson.

Pengusiran juga menjadi penyebab migrasi paksa. Dalam Jejak Air Mata, pemerintah Amerika Serikat secara paksa memindahkan lebih dari 60.000 penduduk asli Amerika dari tanah leluhur mereka. Sekitar 15.000 orang meninggal akibat penyakit, kelaparan, dan paparan cuaca ekstrem selama perjalanan. Kebijakan itu disahkan pada masa Presiden Andrew Jackson.

Migrasi Dust Bowl pada 1930-an
Sekitar 3,5 juta orang meninggalkan Great Plains setelah kekeringan parah dan praktik pertanian yang buruk mengubah lahan menjadi tandus. Banyak dari mereka ditolak di perbatasan California. Peristiwa ini menjadi migrasi internal terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Krisis lingkungan turut mengubah arah perpindahan penduduk. Sekitar 3,5 juta orang meninggalkan Great Plains setelah kekeringan parah dan praktik pertanian yang buruk mengubah lahan menjadi tandus. Banyak dari mereka kemudian ditolak di perbatasan California. Peristiwa itu disebut sebagai migrasi internal terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Pembagian India pada 1947
Saat India Britania dibagi menjadi India dan Pakistan, sekitar 10–20 juta orang terpaksa berpindah dalam hitungan bulan. Kekerasan antarkomunitas menewaskan sekitar 200.000 hingga 2 juta orang. Peristiwa ini menjadi salah satu migrasi massal terbesar dalam sejarah yang tercatat.

Pembagian India pada 1947 menghasilkan salah satu perpindahan penduduk terbesar yang tercatat. Ketika India Britania dibagi menjadi India dan Pakistan, sekitar 10–20 juta orang terpaksa berpindah dalam hitungan bulan. Kekerasan antarkomunitas menewaskan sekitar 200.000 hingga 2 juta orang.

Krisis Pengungsi Suriah sejak 2011
Lebih dari 13 juta warga Suriah terpaksa meninggalkan rumah akibat perang. Sekitar 6,8 juta orang masih mengungsi di luar negeri. Krisis ini menjadi salah satu krisis pengungsian terbesar di dunia.

Krisis pengungsi Suriah menunjukkan bahwa migrasi mematikan juga berlangsung pada masa modern. Sejak perang dimulai pada 2011, lebih dari 13 juta warga Suriah terpaksa meninggalkan rumah. Sekitar 6,8 juta orang masih mengungsi di luar negeri, menjadikan krisis tersebut salah satu krisis pengungsian terbesar di dunia.

Rangkaian peristiwa itu memperlihatkan bahwa di balik perubahan batas negara dan perpindahan populasi terdapat pengalaman manusia yang konkret: kehilangan rumah, menempuh perjalanan berbahaya, dan berusaha bertahan hidup di tengah keadaan yang memaksa.

Sumber: Instagram
Erniyati Khalida

Penulis

Erniyati Khalida

Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.