Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Memilukan.! Ketika Peralatan Sekolah Jadi Barang Mewah: Anak SD Memilih Mengakhiri Hidup Di NTT

Kasus tragis siswa kelas 4 SD berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, menarik perhatian publik karena dugaan keterkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga. Kejadian ini terjadi pada 29 Januari 2026 dan telah dikonfirmasi…

Kasus tragis siswa kelas 4 SD berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, menarik perhatian publik karena dugaan keterkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga. Kejadian ini terjadi pada 29 Januari 2026 dan telah dikonfirmasi oleh berbagai sumber berita.

YBR (10 tahun), siswa SDN Rutowaja, ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkeh setinggi 15 meter di kebun neneknya, Welumina Nenu, sekitar pukul 11.00 WITA. Ia tinggal bersama nenek di pondok sederhana, sementara ibunya tinggal di desa tetangga dan berjuang menghidupi lima anak sendirian setelah ayahnya berpisah 10 tahun lalu.

Malam sebelumnya, YBR menginap di rumah ibunya dan meminta uang untuk buku tulis serta pulpen sekolah, tapi ditolak karena kesulitan ekonomi. Pagi harinya, ia kembali ke pondok tanpa sekolah dan nekat bunuh diri; neneknya saat itu sedang membantu tetangga memecah kemiri.

YBR meninggalkan surat tulisan tangan dalam bahasa Bajawa yang ditujukan ke ibunya, menyebutnya “pelit” atas penolakan beli alat tulis, serta pesan agar tidak menangis atau mencarinya, diakhiri gambar emoji menangis. Surat ditemukan polisi di lokasi dan dikonfirmasi autentik.

Polres Ngada mengevakuasi jenazah, sementara Camat Jerebuu Bernardus H. Tage dan Kades Naruwolo Dion Roa mengonfirmasi kronologi. Kasus ini jadi pengingat pentingnya dukungan mental anak di daerah terpencil dengan kemiskinan tinggi.

Pole Vox

Penulis

Pole Vox

Penulis di Pewarta Nusantara.