
Seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) di RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menjadi korban dugaan perundungan dan pemerasan oleh seniornya, hingga sempat mencoba bunuh diri dan memilih mundur dari program. Bentuk pemerasan meliputi pembiayaan gaya hidup mewah senior seperti uang semester, clubbing, alat olahraga, skincare, serta makan-minum, dengan total bisa mencapai miliaran rupiah per tahun.
Tindak Lanjut Institusi
Kemenkes menghentikan sementara program PPDS Mata Unsri di RSMH sejak 13 Januari 2026 untuk memberi ruang perbaikan sistem pendidikan, tanpa batas waktu tetap tapi dengan evaluasi berkala. Unsri dan RSMH membentuk tim investigasi, mengeluarkan Surat Peringatan (SP) kepada pelaku, serta melakukan sosialisasi anti-bullying.
Respons Pemerintah
Menteri Kesehatan menyayangkan kasus perundungan yang bersifat sistematis ini, menekankan pencegahan agar tidak terulang di lingkungan PPDS. Direktur RSMH Siti Khalimah mengonfirmasi investigasi dan rekomendasi tindakan tegas terhadap pelaku. Kasus ini viral di media sosial, memicu sorotan publik terhadap bullying di pendidikan kedokteran.