
PT Krakatau Steel (KRAS) menyatakan bahwa impor baja murah dari China, terutama produk HRC (hot rolled coil), menekan penjualan domestik dan menghambat produksi optimal pabrik baja Indonesia.
Impor China naik dari 23,5% (2023) menjadi 31,6% (2024) pangsa pasar HRC RI, dengan harga dumping di bawah pasar yang membuat biaya produksi KRAS sulit ditanggung. KRAS mendorong kebijakan proteksi nasional selaras Asta Cita Prabowo untuk kemandirian industri. KADI mulai selidiki antidumping terhadap WISCO China per September 2025.
Meski tertekan, KRAS jalin kerjasama bahan baku dengan Delong Steel China dan ekspor ke India untuk diversifikasi.