
Presiden Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza pada 15 Januari 2026 melalui Truth Social, yang akan ia pimpin sendiri untuk mengawasi masa transisi pasca-gencatan senjata. Inisiatif ini bagian dari fase kedua rencana damai 20 poin, fokus demiliterisasi Hamas, pemerintahan teknokrat Palestina, dan rekonstruksi Gaza dengan dukungan Mesir, Qatar, serta Turki.
Latar Pengumuman
Utusan khusus Steve Witkoff luncurkan fase ini sehari sebelumnya, dengan Trump sebut dewan sebagai “terhebat dan paling bergengsi pernah ada”, anggota 15 orang akan diumumkan segera. Trump dukung Komite Nasional Administrasi Gaza yang komitmen damai.
Kontroversi Global
Eropa minati gabung meski kritik struktur mirip kolonial, Israel lanjut operasi tewaskan 10 warga Gaza pasca-pengumuman.