
Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, mengakui secara terbuka bahwa ribuan orang tewas selama gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang dimulai akhir Desember 2025.
Pengakuan Korban
Dalam pidato pada 17 Januari 2026, Khamenei menyebut kematian terjadi dengan cara “tidak manusiawi dan biadab”, dengan perkiraan korban mencapai 5.000 jiwa termasuk 500 personel keamanan, terutama di wilayah Kurdi. Lembaga HAM HRANA laporkan 3.090 tewas, sementara pejabat anonim konfirmasi angka lebih tinggi akibat “teroris bersenjata”.
Tuduhan ke Trump
Khamenei menyalahkan AS dan Israel sebagai dalang, langsung sebut Presiden Donald Trump sebagai “penjahat” karena dukung kerusuhan, tuntut bangsa Iran hancurkan para penghasut. Demonstrasi dipicu inflasi ekstrem dan desakan mundur Khamenei, dengan fasilitas umum dibakar.