Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Kacang Koro: Legum Tangguh, Pangan Alternatif Masa Depan Indonesia

Kacang koro (terutama koro pedang atau Canavalia ensiformis) adalah tanaman legum tangguh yang memang potensial sebagai pangan alternatif berkelanjutan di Indonesia. Tanaman ini tumbuh tegak hingga 0,5-2 meter dengan batang berkayu lunak, akar tunggang dalam…

Kacang koro (terutama koro pedang atau Canavalia ensiformis) adalah tanaman legum tangguh yang memang potensial sebagai pangan alternatif berkelanjutan di Indonesia.

Tanaman ini tumbuh tegak hingga 0,5-2 meter dengan batang berkayu lunak, akar tunggang dalam yang mengikat nitrogen dari udara, serta daun majemuk tiga yang tebal dan berseling. Ia adaptif di lahan kering, dataran rendah hingga tinggi (40-2.000 mdpl), tanpa perawatan intensif, dan cocok ditanam pasca-musim hujan; polong panjangnya (20-40 cm) menghasilkan hingga 4 ton biji per hektar.

Biji mengandung protein tinggi (18-31%), karbohidrat 50-60%, serat 8,3%, serta mineral seperti zat besi, magnesium, kalium, dan vitamin B1 yang mendukung imunitas serta fungsi saraf; lemaknya rendah (0,2-3%). Bisa diolah jadi tempe (volume lebih banyak dari kedelai), tepung, atau pangan fungsional dengan antioksidan dan antimikroba.

Sebagai pengganti kedelai, koro pedang strategis untuk ketahanan pangan nasional (selaras Perpres 4/2026 soal lahan sawit), tumpangsari dengan tanaman lain untuk pupuk hijau, dan pasar ekspor seperti Jepang-Korea; pengolahan tepat kurangi zat antinutrisi agar aman dikonsumsi rutin.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.