
Manajemen JKT48 telah menyatakan sikap tegas terhadap maraknya penyalahgunaan AI untuk membuat konten tidak senonoh seperti deepfake pornografi yang menargetkan member seperti Freya Jayawardana. Pernyataan resmi JKT48 Operation Team (JOT) di X memberikan ultimatum 2×24 jam bagi pelaku untuk hapus konten, dengan ancaman jalur hukum penuh dukungan penasihat bagi korban.
Dampak dan Respons
Konten AI ini dinilai pencemaran nama baik, pelecehan psikologis, dan pidana; Freya sebagai kapten mengecam keras agar teknologi dipakai bijak tanpa melukai martabat individu. Kasus serupa menyeret figur lain seperti Bernadya, memicu kecaman global termasuk dari Malaysia dan India terhadap platform X.
Langkah Manajemen
JOT komitmen jaga ruang aman hiburan, fasilitasi hukum untuk pembuat, penyebar, dan promoter konten berbasis Grok AI; isu ini jadi sorotan media Jepang sebagai benchmark etika idola.