
Pemerintah Iran telah memutus akses internet nasional sejak 9 Januari 2026 untuk membungkam gelombang demonstrasi besar-besaran di Teheran, Isfahan, dan Mashhad akibat krisis ekonomi dan sanksi AS pasca-insiden Venezuela.
Pemicu Demonstrasi
Protes meledak setelah pengumuman kenaikan harga BBM 300% dan kelangkaan pangan akut, ditambah kemarahan atas penangkapan Maduro yang dianggap melemahkan poros perlawanan Iran. Ribuan warga bentrok polisi antihuru-hara, 12 tewas dilaporkan aktivis HRW.
Strategi Pemblokiran Internet
Kementerian TI Iran aktifkan “National Internet Firewall”, blokir WhatsApp, Instagram, dan Signal, batasi akses hanya situs pemerintah. Pengguna VPN dilacak via sistem SINA, serupa blackout 2019 Mahsa Amini.
Dampak Global
Amnesty International kecam pemadaman internet sebagai pelanggaran HAM, sementara hacker Anonymous ancam serang infrastruktur nuklir Iran. Protes tetap viral via Starlink ilegal.