
Rumor pemutusan hubungan kerja (PHK) massal hingga 22.000 karyawan Microsoft pada awal 2026 telah dibantah resmi oleh perusahaan, meski isu ini mencuat sebagai imbas pengalihan fokus ke pengembangan AI. Microsoft menyebut laporan tersebut spekulatif dan tidak benar melalui pernyataan Chief Communications Officer Frank Shaw di media sosial X, di tengah riwayat PHK sebelumnya seperti 15.000 posisi pada 2025 untuk efisiensi organisasi.
Latar Belakang Rumor
Spekulasi berasal dari sumber anonim di platform Blind dan laporan HR Digest, menargetkan 5-10% tenaga kerja (11.000-22.000 orang) di divisi Azure Cloud, Xbox, penjualan, dan manajemen menengah. Langkah ini dikaitkan dengan penghematan biaya untuk investasi GPU dan data center AI, setelah perekrutan berlebih pasca-pandemi.
Respons Perusahaan
Microsoft menegaskan tidak ada rencana PHK sebesar itu, meski terus melakukan penyesuaian struktural untuk bersaing di era AI, termasuk investasi US$17,5 miliar di India hingga 2029. Saat ini, perusahaan memiliki sekitar 228.000 karyawan global per Juni 2025.