Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Harukan! Relawan Karhutla di Kalsel Sujud Syukur Usai Hujan Deras Akhirnya Turun

Sejumlah relawan karhutla di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terlihat bersujud syukur setelah hujan deras turun usai periode kemarau panjang. Momen haru tersebut viral di media sosial. Meski hujan membantu membasahi lahan, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Momen haru terjadi ketika sejumlah relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, bersujud syukur setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa ini menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial.

Berdasarkan unggahan akun Instagram Ahnnotify yang mengutip video dari akun Banuafyp, para relawan terlihat bersujud bersama di jalan yang basah setelah hujan turun. Mereka masih mengenakan pakaian lapangan dan perlengkapan pemadam kebakaran yang digunakan selama bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan.

Dalam rekaman tersebut, sejumlah relawan tampak menundukkan tubuh hingga menyentuh permukaan jalan. Beberapa di antaranya masih mengenakan helm pelindung dan perlengkapan keselamatan. Di sekitar lokasi, terlihat kendaraan operasional yang digunakan untuk mendukung kegiatan pemadaman.

Momen tersebut terasa emosional setelah para relawan disebut berbulan-bulan berjibaku memadamkan kebakaran di tengah kondisi cuaca kering. Hujan yang turun menjadi kabar menggembirakan bagi mereka yang selama ini berupaya mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas.

Berdasarkan keterangan dalam unggahan, hujan disertai angin kencang akhirnya mengguyur wilayah tersebut setelah kawasan itu mengalami musim kemarau selama hampir lima bulan. Meski demikian, informasi mengenai durasi kemarau dan intensitas hujan masih perlu disesuaikan dengan data cuaca resmi untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.

Kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan yang kerap menjadi tantangan ketika curah hujan rendah dan vegetasi mengering. Kondisi tersebut dapat membuat lahan lebih mudah terbakar, sementara angin berpotensi mempercepat penyebaran api ke area sekitarnya.

Dalam situasi seperti itu, relawan pemadam kebakaran memiliki peran penting dalam membantu penanganan di lapangan. Mereka bekerja bersama petugas terkait untuk memadamkan titik api, mengurangi risiko penyebaran kebakaran, serta melindungi lingkungan dan permukiman yang berada di sekitar lokasi terdampak.

Upaya pemadaman karhutla juga dapat menghadirkan berbagai risiko, mulai dari paparan asap, suhu panas, keterbatasan air, hingga kondisi medan yang sulit dijangkau. Karena itu, penggunaan perlengkapan keselamatan dan koordinasi dengan petugas berwenang menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas tersebut.

Turunnya hujan dapat membantu membasahi vegetasi dan permukaan tanah yang kering sehingga berpotensi mengurangi risiko kebakaran. Namun, hujan tidak selalu berarti seluruh titik api langsung padam. Area yang masih menyimpan bara atau memiliki lapisan gambut kering tetap dapat mengalami kebakaran kembali apabila kondisi lingkungan mendukung.

Oleh sebab itu, pemantauan setelah hujan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Petugas dan relawan juga perlu memperhatikan kondisi cuaca berikutnya, terutama jika curah hujan belum cukup untuk membasahi kawasan yang terdampak secara menyeluruh.

Sujud syukur yang dilakukan para relawan dalam video tersebut menggambarkan rasa lega dan harapan setelah menghadapi situasi yang melelahkan. Bagi orang-orang yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla, hujan dapat menjadi momen penting karena memberikan bantuan alami dalam upaya mengurangi kekeringan dan risiko kebakaran.

Selain berdampak terhadap penanganan kebakaran, hujan juga memiliki arti bagi masyarakat yang terdampak musim kemarau. Ketersediaan air, kondisi tanaman, dan aktivitas sehari-hari dapat dipengaruhi oleh lamanya periode tanpa hujan, terutama di wilayah yang bergantung pada sumber air setempat.

Meski video tersebut memperlihatkan suasana penuh haru, belum tersedia informasi lengkap mengenai luas lahan yang terbakar, jumlah titik api yang berhasil dipadamkan, maupun kondisi terakhir kebakaran di Kecamatan Astambul. Data mengenai dampak hujan terhadap penanganan karhutla juga masih memerlukan keterangan dari pihak terkait.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya tantangan yang dihadapi relawan dan petugas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Dedikasi mereka di lapangan berperan penting dalam mengurangi dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan.

Hujan yang akhirnya turun membawa harapan baru setelah periode cuaca kering yang panjang. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan sampai kondisi benar-benar aman dan seluruh titik api dapat dipastikan terkendali.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.