Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Hanya Berharap Dihadiri 10–20 Orang, Pernikahan Pria Yatim Piatu di China Justru Dipadati Ribuan Tamu

Pernikahan Xu Chenghong (24), pria asal Yunnan, China, yang tumbuh tanpa kedua orang tua, justru dihadiri sekitar 2.000–3.000 orang. Awalnya hanya berharap 10–20 tamu datang, ia tak menyangka masyarakat dari berbagai daerah hadir membawa makanan hingga hadiah untuk kedua mempelai.

Momen pernikahan seorang pria berusia 24 tahun asal Yunnan, China, mendadak menjadi perhatian publik setelah dihadiri ribuan orang. Xu Chenghong, pria yang disebut tumbuh tanpa kedua orang tua, awalnya hanya berharap pernikahannya berlangsung sederhana dengan kehadiran sekitar 10 hingga 20 tamu undangan.

Namun, kenyataan yang terjadi justru jauh di luar perkiraannya. Acara pernikahan yang semula diperkirakan hanya dihadiri keluarga dan beberapa orang terdekat itu mendadak dipadati sekitar 2.000 hingga 3.000 orang dari berbagai daerah.

Kisah tersebut mulai menyebar setelah Xu Chenghong mengunggah video melalui media sosial untuk mengajak masyarakat menghadiri hari bahagianya. Ia tidak menyangka unggahan sederhana tersebut mendapat respons begitu besar hingga banyak orang memutuskan datang langsung ke lokasi pernikahan.

Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Instagram @terupdates, para tamu yang hadir tidak hanya datang untuk menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Sebagian dari mereka juga membawa berbagai bentuk pemberian, mulai dari makanan, perlengkapan rumah tangga, hingga seekor kambing untuk membantu kebutuhan pesta pernikahan.

Kedatangan ribuan orang tersebut membuat suasana acara berubah menjadi sangat meriah. Lokasi pernikahan yang awalnya dipersiapkan untuk jumlah tamu terbatas harus menerima kedatangan pengunjung dalam jumlah yang jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Bagi Xu Chenghong, pengalaman tersebut tentu menjadi sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dari harapan sederhana agar 10 hingga 20 orang bersedia hadir, ia justru mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.

Kisah ini juga menyentuh perhatian warganet karena latar belakang kehidupan Xu yang disebut tumbuh tanpa kedua orang tua. Kehadiran begitu banyak orang dalam momen penting kehidupannya dinilai menjadi bentuk kepedulian dan dukungan sosial yang tidak terduga.

Di media sosial, banyak pengguna menyampaikan rasa haru sekaligus memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Tidak sedikit pula yang menilai bahwa peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah ajakan sederhana dapat mengundang solidaritas masyarakat dalam momen kebahagiaan seseorang.

Meski demikian, informasi mengenai jumlah tamu, asal daerah para pengunjung, serta berbagai bantuan yang diberikan masih merujuk pada keterangan dalam unggahan yang beredar. Belum terdapat informasi lebih terperinci mengenai penyelenggaraan acara maupun bagaimana pihak keluarga mengatur kedatangan tamu dalam jumlah besar.

Terlepas dari besarnya perhatian yang diterima, pernikahan Xu Chenghong menjadi kisah unik tentang kebersamaan dan kepedulian masyarakat. Sebuah perayaan yang awalnya diperkirakan berlangsung sederhana justru berubah menjadi pesta besar berkat kedatangan ribuan orang yang ingin ikut berbagi kebahagiaan.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.