
Pemimpin senior Hamas, Khaled Meshal, menegaskan penolakan tegas terhadap pelucutan senjata Hamas dan pembentukan pemerintahan asing di Gaza, seperti dituntut AS dan Israel dalam negosiasi gencatan senjata.
Meshal sampaikan sikap ini pada 7 Februari 2026 di Doha, tolak proposal Trump yang syaratkan demiliterisasi Gaza; tekankan perlawanan bersenjata hak sah Palestina selama pendudukan berlanjut.
Senjata tak diserahkan tanpa negara Palestina berdaulat dengan tentara nasional; tolak intervensi asing agar Gaza tak jadi “koloni baru”, tuntut konsensus nasional Palestina.
Proposal tuntut Hamas serahkan kendali Gaza, tapi Hamas anggap jebakan akhiri eksistensi mereka; negosiasi mandek meski tawaran gencatan 60 hari.