Selasa, 3 November 2026
Masuk
Berita

Gubernur NTT Sebut Ini Alarm Atas Kematian Bocah SD. Kalau Presiden Lebih Tahu Duluan Habis Kita!

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebut kematian siswa SD YBR (10 tahun) di Ngada sebagai "alarm serius" bagi negara atas kegagalan akses pendidikan dan perlindungan anak miskin. Ia menegaskan ironis jika presiden lebih…

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebut kematian siswa SD YBR (10 tahun) di Ngada sebagai “alarm serius” bagi negara atas kegagalan akses pendidikan dan perlindungan anak miskin. Ia menegaskan ironis jika presiden lebih dulu tahu kasus ini daripada pemerintah daerah, karena “habis kita” yang gagal tangani kemiskinan ekstrem keluarga korban.

Korban ditemukan tergantung di pohon cengkeh pada 29 Januari 2026, diduga putus asa karena ibunya tak mampu beli buku-pulpen Rp10.000; keluarga tak terdaftar bansos, bergantung ubi-pisang. Sekolah pungut cicilan Rp1,2 juta/tahun, sudah bayar Rp500 ribu tapi sisanya menumpuk.

Gubernur instruksikan evaluasi data DTKS bansos dan beasiswa penuh; KemenPPPA beri pendampingan psikologis, KPAI soroti 29 kasus bunuh diri anak sejak 2025.

​

Pole Vox

Penulis

Pole Vox

Penulis di Pewarta Nusantara.