
Tiga narapidana—Frank Morris dan bersaudara John serta Clarence Anglin—berhasil kabur dari penjara Alcatraz pada 11 Juni 1962 menggunakan sendok makan sebagai alat utama penggalian. Mereka merencanakan pelarian selama berbulan-bulan, memahat dinding sel yang lapuk akibat garam laut hingga membentuk terowongan menuju saluran ventilasi.
Dengan sendok curian dari ruang makan, bor rakitan dari motor penyedot debu, dan mata gergaji bekas, mereka membuka lubang di belakang sel, memanjat pipa ledeng setinggi 9 meter ke atap, lalu ke pantai pulau. Mereka membuat boneka kepala dari sabun, kain, dan rambut cukur untuk mengelabui penjagaan malam, serta rakit dari jas hujan dan kayu apung untuk menyeberang Selat San Francisco yang berombak ganas.
Pagi harinya, petugas menemukan rakit hancur dan tubuh tidak pernah teridentifikasi, sehingga dianggap tenggelam, meski surat misterius tahun 2013 dari John Anglin mengklaim mereka selamat. Pelarian ini satu-satunya sukses dari 36 upaya di Alcatraz, penjara superketat yang ditutup 1963 karena biaya tinggi.