
Dua siswa madrasah di Sekincau, Lampung Barat, tidak mendapat jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) selama 3 hari setelah orang tua mereka mengkritik menu MBG berupa nasi, tempe, kol, timun, dan potongan daging kecil yang dianggap kurang bergizi untuk anak TK.
Kronologi Insiden
Kritik diunggah ke media sosial pada 15 Januari 2026 memicu dugaan intimidasi dari pengelola dapur SPPG; kepala sekolah konfirmasi penghentian bantuan sebagai “pembalasan” karena kritik viral tersebut.
Klarifikasi SPPG
Kepala dapur SPPG buka suara bahwa menu disesuaikan ahli gizi, bukan kewenangan mereka; kritik dari orang tua dianggap tidak tepat sasaran karena perubahan menu butuh koordinasi pusat.
Video: Lambeturah