
Leukemia merupakan jenis kanker paling umum pada anak di Indonesia, menyumbang sekitar 30-40% dari total kasus kanker anak atau sekitar 3.800-4.000 kasus baru setiap tahun dari total 10.000-11.000 kasus.
Data Globocan 2020 menunjukkan leukemia mendominasi 34,8% kasus kanker anak usia 0-19 tahun di Indonesia, diikuti limfoma dan kanker otak masing-masing 5,7%; hanya 20-25% kasus terdeteksi dini dengan tingkat kesintasan sekitar 25%. Angka ini lebih rendah dibanding negara maju (80%), akibat keterlambatan diagnosis dan fasilitas terbatas di luar Jawa.
Dokter anak menekankan orangtua waspadai tanda seperti:
Demam berkepanjangan tanpa infeksi jelas, mudah lelah, dan pucat (anemia). Memar/benyak mudah, pembengkakan kelenjar getah bening, serta nyeri tulang/sendi. Penurunan berat badan, infeksi berulang, atau perdarahan gusi/hidung yang tak wajar.
Deteksi dini via pemeriksaan darah bisa tingkatkan kesembuhan hingga 80-90% jika ALL (75% kasus leukemia anak). Konsultasi dokter jika gejala berlangsung >2 minggu.